{"id":1928,"date":"2026-09-14T11:37:11","date_gmt":"2026-09-14T04:37:11","guid":{"rendered":"https:\/\/achmadfarid.com\/?p=1928"},"modified":"2026-09-14T11:41:40","modified_gmt":"2026-09-14T04:41:40","slug":"redirect-301-dan-302","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/redirect-301-dan-302\/","title":{"rendered":"Redirect 301 dan 302: Anda Sedang Memilih Arti, Bukan Angka"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">Pertanyaan yang paling sering masuk ke saya soal pengalihan URL selalu berbentuk sama: &#8220;Pak, ini pakai 301 atau 302 ya?&#8221; Dan hampir selalu, orang yang bertanya sudah tahu jawabannya. Mereka sudah membaca tiga artikel, sudah hafal bahwa 301 itu permanen dan 302 itu sementara, dan yang sebenarnya mereka cari bukan informasi, tapi izin untuk berhenti ragu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Masalahnya, keraguan itu dipasang di tempat yang salah. Memilih antara dua angka adalah bagian paling kecil dari keputusan ini, dan satu-satunya bagian yang sudah dijelaskan dengan benar di mana-mana. Yang menentukan hasilnya justru tiga hal yang hampir tidak pernah dibahas dalam konteks yang sama: berapa banyak cara berbeda yang sebenarnya tersedia untuk mengirim sinyal itu, seberapa besar peluang Google membaca cara yang Anda pilih dengan benar, dan apakah halaman tujuannya benar-benar menjawab pertanyaan yang sama dengan halaman asalnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di artikel ini saya bongkar daftar lengkap metode pengalihan langsung dari dokumen resmi Google, termasuk beberapa yang mungkin belum pernah Anda dengar namanya, tiga klaim yang diulang hampir semua panduan berbahasa Indonesia dan ternyata meleset, serta cara saya memilih dan memasang pengalihan yang saya susun sebagai dua sumbu, bukan satu pilihan.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\">Dua Minggu Saya Habis Memperdebatkan Angka, Masalahnya Ada di Tempat Lain<\/h2>\n<p dir=\"ltr\">Beberapa waktu lalu saya menangani sebuah situs layanan yang baru saja merapikan struktur URL-nya. Sekitar empat puluh halaman lama dialihkan ke halaman baru, semuanya pakai 301, dipasang lewat plugin, dan pemiliknya sudah memeriksa satu per satu di browser. Semua meloncat ke alamat yang benar. Tidak ada satu pun error di laporan Search Console.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Enam minggu kemudian, sebagian besar halaman baru itu belum juga menggantikan yang lama di hasil pencarian. Beberapa URL lama malah masih muncul.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Saya mulai dari tempat yang sama dengan semua orang: memeriksa apakah kodenya benar-benar 301 dan bukan 302 yang menyamar. Benar semua. Lalu saya periksa apakah ada rantai. Ada satu, tapi pendek dan tidak menjelaskan apa pun. Dua minggu saya habiskan di sumbu itu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Yang akhirnya menjelaskan semuanya bukan angkanya. Dari empat puluh halaman lama, sekitar setengahnya dialihkan ke satu halaman layanan gabungan yang isinya sama sekali tidak menjawab pertanyaan halaman asalnya. Halaman lama membahas masalah spesifik, halaman tujuan adalah etalase layanan. Secara teknis pengalihannya sempurna. Secara makna, Google sedang diberi tahu bahwa halaman A sekarang adalah halaman B, padahal halaman B tidak menjawab apa yang dijawab halaman A.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dua hal yang saya pelajari dari kasus seperti ini, dan saya melihatnya berulang. Pertama, <strong>kalau sebuah pengalihan tidak bekerja, penyebabnya jauh lebih sering ada di halaman tujuan daripada di kode statusnya.<\/strong> Kedua, dan ini yang membuat saya menulis artikel ini, <strong>saya sendiri terjebak di sumbu yang salah selama dua minggu karena mengikuti urutan pemeriksaan yang diajarkan semua panduan<\/strong>: cek angkanya, cek rantainya, baru cek yang lain. Urutan itu terbalik, dan saya ikut membayarnya dalam bentuk waktu klien.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\">Beda Redirect 301 dan 302, Singkatnya<\/h2>\n<p dir=\"ltr\">Kalau Anda datang ke halaman ini untuk satu jawaban cepat, ini jawabannya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Redirect 301 adalah pengalihan permanen.<\/strong> Google memakainya sebagai sinyal bahwa halaman tujuan yang seharusnya tampil di hasil pencarian, dan memindahkan sinyal peringkat dari alamat lama ke alamat baru. Pakai ini ketika Anda yakin pengalihannya tidak akan dibatalkan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Redirect 302 adalah pengalihan sementara.<\/strong> Googlebot tetap mengikutinya, tetapi tidak memakainya sebagai sinyal bahwa halaman tujuan yang harus dipilih. Niatnya, alamat lama tetap yang tampil di hasil pencarian. Pakai ini ketika halaman aslinya akan kembali dipakai, misalnya sedang diperbaiki atau sedang diuji.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Aturan pemilihannya, dalam bahasa Google sendiri, bukan soal berapa lama. Pakai pengalihan permanen <strong>ketika Anda yakin pengalihan itu tidak akan dibatalkan<\/strong>. Itu pertanyaan tentang keputusan Anda, bukan tentang kalender.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sampai di sini, artikel ini sama dengan semua artikel lain. Sisanya tidak.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\">Bukan Dua Angka, Tapi Dua Kelas dengan Sebelas Anggota<\/h2>\n<p dir=\"ltr\">Ini bagian yang mengubah cara saya menjelaskan pengalihan ke klien.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di dokumen resminya tentang pengalihan, terakhir diperbarui 14 April 2026, Google tidak pernah menyusun materinya sebagai &#8220;301 lawan 302&#8221;. Yang disusun adalah dua kelas, permanen dan sementara, lalu di bawah masing-masing kelas ada daftar metode. Totalnya sebelas, dan hanya empat di antaranya berupa kode status HTTP.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Kelas permanen berisi enam metode.<\/strong> Kode HTTP 301, kode HTTP 308, meta refresh dengan jeda nol detik, header HTTP refresh dengan jeda nol detik, pengalihan lewat properti location di JavaScript, dan yang terakhir, sesuatu yang Google sendiri namai crypto redirect.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Kelas sementara berisi lima metode.<\/strong> Kode HTTP 302, kode HTTP 303, kode HTTP 307, meta refresh dengan jeda lebih dari nol detik, dan header HTTP refresh dengan jeda lebih dari nol detik.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ada tiga hal di daftar itu yang belum pernah saya temukan dibahas dalam bahasa Indonesia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Yang pertama, 308 setara dengan 301 dan 307 setara dengan 302.<\/strong> Keduanya versi yang lebih ketat secara teknis, dan Google memperlakukannya sama persis untuk urusan pencarian. Kalau server atau CDN Anda mengembalikan 308, itu bukan masalah dan bukan sesuatu yang perlu Anda ubah jadi 301.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Yang kedua, dan ini menurut saya paling berbahaya: angka detik di meta refresh diam-diam mengubah arti pengalihan Anda.<\/strong> Nol detik dibaca Google sebagai permanen. Lebih dari nol detik, termasuk satu detik, dibaca sebagai sementara. Jadi halaman &#8220;Anda akan dialihkan dalam 3 detik&#8221; yang banyak dipakai untuk halaman promo lama itu sedang mengirim sinyal sementara, dan orang yang memasangnya hampir selalu mengira ia sedang memindahkan halaman secara permanen. Tidak ada peringatan, tidak ada pesan error, tidak ada yang terlihat salah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Yang ketiga, crypto redirect.<\/strong> Ini bukan istilah teknis, ini nama yang dipakai Google untuk sesuatu yang bahkan mereka sendiri bercanda tentangnya: sekadar menaruh tautan ke halaman baru disertai penjelasan singkat, misalnya &#8220;Kami pindah, kontennya ada di situs baru kami&#8221;. Google menulis bahwa seperti monster Loch Ness, keberadaannya bisa diperdebatkan, dan tidak semua mesin pencari mengenali pseudo-pengalihan ini sebagai pengalihan resmi. Mereka menyebutnya sebagai pilihan terakhir kalau Anda benar-benar tidak bisa memasang metode lain.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dan sekarang bagian yang paling berguna dari seluruh daftar itu. <strong>Google tidak menyusun sebelas metode itu secara acak.<\/strong> Di dokumennya, tabel itu diurutkan berdasarkan seberapa besar kemungkinan Google bisa menafsirkannya dengan benar. Pengalihan di sisi server ada di puncak. JavaScript ada di dekat bawah, dengan catatan eksplisit bahwa Google berusaha me-render setiap URL yang dirayapi, tetapi proses render bisa gagal karena berbagai sebab, yang artinya kalau Anda memasang pengalihan lewat JavaScript, Google mungkin tidak pernah melihatnya. Crypto redirect ada di paling bawah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Artinya daftar itu bukan menu pilihan setara. Itu peringkat keandalan, dan hampir tidak pernah dibaca sebagai peringkat.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\">Tiga Klaim yang Diulang Hampir Semua Panduan Indonesia, dan Kenapa Ketiganya Meleset<\/h2>\n<p dir=\"ltr\">Saya membaca ulang halaman satu Google untuk kata kunci ini sebelum menulis. Polanya seragam, dan tiga klaim ini muncul hampir di semuanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Klaim pertama: redirect 301 kehilangan sebagian nilai tautan, biasanya disebut sekitar 10 sampai 15 persen.<\/strong> Ini sudah tidak benar sejak 2016, ketika Gary Illyes dari Google menyatakan bahwa pengalihan 301, 302, atau 3xx apa pun tidak menyebabkan hilangnya PageRank, dan John Mueller mengonfirmasi hal yang sama sambil menambahkan bahwa perubahan itu sudah berlaku cukup lama sebelum diumumkan. Angka 15 persen itu berasal dari faktor peredaman pada tautan biasa, lalu dipinjam untuk menjelaskan pengalihan, lalu diulang selama satu dekade. Kalau Anda pernah menolak memasang pengalihan karena takut &#8220;kehilangan link juice&#8221;, ketakutan itu dibangun di atas angka yang sudah dicabut sepuluh tahun lalu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Klaim kedua: redirect 302 membuat mesin pencari tetap mempertahankan peringkat pada URL lama.<\/strong> Ini yang paling sering saya temukan, dan ia setengah benar dengan cara yang menyesatkan. Kalimat Google sendiri lebih hati-hati: pipeline pengindeksan tidak memakai pengalihan sementara sebagai sinyal bahwa halaman tujuan harus jadi kanonis, <strong>tetapi halaman tujuan tetap bisa terindeks kalau ada sinyal kanonikalisasi lain yang hadir<\/strong>. Jadi 302 bukan kunci pengaman. Ia satu suara yang menahan diri, bukan veto. Kalau tautan internal Anda, sitemap Anda, dan elemen canonical Anda semuanya menunjuk ke halaman tujuan, sementara hanya kode statusnya yang berkata &#8220;sementara&#8221;, Google punya cukup alasan untuk memilih halaman tujuan tetap. Kenapa Google berhak mengambil kesimpulan sendiri ketika sinyal-sinyal Anda tidak sepakat, dan bagaimana memeriksa sinyal mana yang sedang saling bertentangan, sudah saya uraikan terpisah di <a href=\"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/canonical-tag\/\">pembahasan kenapa canonical tag bukan perintah dan Google sering memilih URL lain<\/a>. Pengalihan permanen adalah sinyal terkuat di daftar itu, tapi ia tetap berada di daftar yang sama.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Klaim ketiga, dan ini yang paling halus: aturan memilihnya dibingkai sebagai durasi.<\/strong> Salah satu artikel yang bertahan lama di halaman satu menulis bahwa 301 tepat dipakai kalau Anda tahu URL-nya akan berada di halaman baru selama satu tahun atau lebih. Terdengar masuk akal, dan itu yang membuatnya merugikan. Dokumen Google tidak pernah menyebut ambang waktu. Yang disebut adalah keyakinan bahwa pengalihannya tidak akan dibatalkan. Bedanya nyata di lapangan: orang yang memakai bingkai durasi akan memilih 302 untuk perubahan yang sebenarnya permanen hanya karena mereka belum yakin situsnya akan bertahan setahun, dan selama itu sinyalnya tidak pernah selesai berpindah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Satu hal lagi yang tidak masuk kategori klaim salah, tapi absen total dari panduan Indonesia, dan ia menjawab pertanyaan panik yang paling sering saya terima.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Kenapa URL lama saya masih muncul di Google padahal sudah dipasang 301?<\/strong> Jawaban standarnya adalah &#8220;berarti redirect-nya salah&#8221; atau &#8220;tunggu saja&#8221;. Jawaban Google berbeda dan jauh lebih menenangkan. Ketika Anda mengalihkan sebuah URL, Google menyimpan catatan keduanya. Salah satunya jadi kanonis, yang lain jadi apa yang mereka sebut <strong>alternate name<\/strong>, yaitu versi lain dari URL kanonis yang mungkin lebih dikenali atau lebih dipercaya pengguna. Alternate name bisa muncul di hasil pencarian ketika kueri pengguna mengisyaratkan bahwa mereka lebih percaya alamat lama. Google bahkan menulis secara eksplisit bahwa kalau Anda pindah ke nama domain baru, sangat mungkin URL lama sesekali tetap ditampilkan meskipun URL baru sudah terindeks, bahwa ini normal, dan bahwa seiring pengguna terbiasa dengan nama domain baru, alternate name akan memudar sendiri tanpa Anda melakukan apa pun.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Saya kehilangan hitungan berapa kali melihat orang membongkar konfigurasi pengalihan yang sudah benar karena gejala yang oleh Google sendiri disebut normal.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\">Dua Sumbu: Cara Saya Memilih Sekaligus Memasang Pengalihan<\/h2>\n<p dir=\"ltr\">Setelah kasus dua minggu itu, saya berhenti memperlakukan pengalihan sebagai satu pilihan. Saya memperlakukannya sebagai dua sumbu yang harus dijawab terpisah, plus satu gerbang yang membatalkan keduanya kalau tidak lolos.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\">Sumbu pertama: arti. Dijawab satu pertanyaan saja<\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Pertanyaannya bukan &#8220;berapa lama&#8221; dan bukan &#8220;seberapa penting halamannya&#8221;. Pertanyaannya: <strong>apakah saya yakin tidak akan membatalkan pengalihan ini?<\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kalau yakin, itu permanen. Gabung halaman, ganti struktur URL, hapus layanan yang tidak dijual lagi, satukan versi dengan dan tanpa www, pindah dari HTTP ke HTTPS. Semuanya permanen, tanpa memandang seberapa besar situsnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kalau tidak yakin, atau kalau alamat lamanya memang direncanakan hidup lagi, itu sementara. Halaman sedang diperbaiki, layanan sedang tidak tersedia dan Anda ingin menjelaskannya, atau Anda sedang menguji dua versi halaman. Contoh yang dipakai Google sendiri untuk kasus sementara: kalau sebuah layanan di situs Anda sedang tidak tersedia, pasang pengalihan sementara ke halaman yang menjelaskan apa yang terjadi, tanpa mengorbankan URL aslinya di hasil pencarian.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sumbu ini yang dibahas semua artikel. Ia juga yang paling jarang jadi penyebab kegagalan.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\">Sumbu kedua: keterbacaan. Dijawab dari tempat Anda memasangnya<\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Ini sumbu yang diurutkan Google sendiri dan diabaikan hampir semua panduan, yang biasanya menurunkannya jadi bab &#8220;cara pasang&#8221;.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Pasang di sisi server kalau bisa.<\/strong> Aturan di konfigurasi server, atau header yang dikirim kode backend. Ini yang paling cepat dikenali dan paling kecil kemungkinannya salah dibaca.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Meta refresh nol detik kalau sisi server tidak memungkinkan.<\/strong> Ini pilihan kedua resmi menurut Google, bukan pilihan buruk. Tapi ingat soal angka detiknya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>JavaScript hanya kalau dua di atas benar-benar tidak bisa.<\/strong> Bukan karena Google tidak mendukungnya, ia mendukung dan bahkan menggolongkannya permanen, tapi karena ia bergantung pada proses render yang bisa gagal. Kalau gagal, pengalihan Anda tidak pernah terlihat dan tidak ada laporan yang memberi tahu Anda.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Crypto redirect hanya kalau Anda benar-benar tidak punya pilihan lain<\/strong>, dan Google sendiri menyarankan menghubungi penyedia hosting dulu sebelum sampai ke sana.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Yang membuat sumbu ini penting secara praktis: tempat pengalihan dipasang adalah keputusan arsitektur, bukan keputusan SEO. Di banyak situs yang saya periksa, aturan pengalihan tersebar di tiga lapis sekaligus, konfigurasi server, plugin di CMS, dan aturan di CDN, tanpa ada yang tahu lapis mana yang menang. Kalau situasi itu terdengar seperti situs Anda, merapikannya biasanya masuk pekerjaan lapis pembangunan, dan itu bagian yang saya kerjakan lewat <a href=\"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/web-development\/\">jasa pembuatan dan pengembangan website<\/a> bukan karena rumit secara SEO, tapi karena memindahkan aturan ke satu lapis yang benar butuh akses ke server, bukan ke dashboard.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\">Gerbang: halaman tujuan harus menjawab pertanyaan yang sama<\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Ini yang membatalkan kedua sumbu di atas kalau tidak lolos, dan ini yang membuat saya kehilangan dua minggu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kalau Anda mengalihkan sebuah halaman ke halaman yang tidak menjawab pertanyaan yang sama, Google bisa memperlakukan pengalihan itu sebagai soft 404, artinya alamat lamanya diperlakukan seperti halaman yang tidak ditemukan dan sinyalnya tidak berpindah ke tujuan. Ini juga alasan teknis kenapa mengalihkan semua halaman mati ke beranda bukan penyelesaian.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Uji sederhananya satu kalimat: <strong>kalau seseorang mendarat di halaman tujuan setelah mengetik kueri yang dulu memunculkan halaman asal, apakah ia merasa sampai atau merasa tersesat?<\/strong> Kalau tersesat, jangan dialihkan. Biarkan jadi 404 secara sadar. Itu lebih jujur, dan Google sudah lama menegaskan bahwa 404 bukan sinyal kualitas yang negatif, itu cara web bekerja.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\">Enam Kesalahan yang Terjadi Setelah Angkanya Sudah Benar<\/h2>\n<p dir=\"ltr\">Semua yang di bawah ini terjadi pada orang yang sudah memilih kode status dengan benar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Rantai yang tidak pernah Anda pasang.<\/strong> Rantai pengalihan tidak selalu lahir dari migrasi. Situs yang tidak pernah pindah ke mana-mana pun sering punya rantai tiga sampai empat lompatan yang terbentuk sendiri dari penumpukan aturan: versi tanpa HTTPS dialihkan ke versi HTTPS, versi tanpa www dialihkan ke versi dengan www, lalu versi tanpa garis miring di akhir dialihkan ke versi dengan garis miring. Masing-masing aturan masuk akal, dipasang di waktu berbeda, oleh orang berbeda, sering di lapis berbeda. Tidak ada satu pun yang salah, dan gabungannya tetap boros.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di sini saya perlu jujur soal satu hal, karena ia ada di dalam artikel yang sedang Anda baca. Angka &#8220;Googlebot mengikuti sampai sepuluh lompatan&#8221; beredar di mana-mana dan saya hampir memasukkannya sebagai fakta. Waktu saya cari sumber primernya, yang saya temukan justru angka yang tidak konsisten antar sumber, ada yang menulis lima per percobaan perayapan, ada yang menulis sepuluh, dan tidak satu pun yang saya temukan berupa pernyataan resmi Google dalam dokumentasinya. Jadi perlakukan angka itu sebagai konsensus komunitas, bukan sebagai batas yang bisa Anda andalkan. Yang bisa diandalkan jauh lebih sederhana dan tidak butuh angka: satu lompatan selalu lebih baik dari dua, dan Anda tidak punya alasan untuk mendekati batas mana pun.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Loop yang tidak terlihat dari luar.<\/strong> Rantai berakhir di suatu tempat. Loop tidak. Versi A menunjuk B, B menunjuk balik ke A, dan browser menyerah dengan pesan &#8220;terlalu banyak pengalihan&#8221;. Yang membuat loop sulit ditangkap: ia sering hanya terjadi pada kombinasi tertentu, misalnya hanya di versi dengan www, atau hanya saat pengunjung sudah login, sehingga tidak muncul waktu Anda mengetesnya sendiri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Dua sistem pengalihan aktif bersamaan.<\/strong> Plugin di CMS memasang satu aturan, konfigurasi server memasang aturan lain untuk URL yang sama. Yang menang biasanya yang lebih dekat ke pengunjung, dan yang Anda lihat di dashboard belum tentu yang benar-benar dijalankan. Ini penyebab paling umum dari rantai yang tidak bisa Anda temukan di tempat Anda memasangnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>302 yang lupa dicabut.<\/strong> Dipasang untuk perbaikan dua hari, lalu perbaikannya jadi permanen dan tidak ada yang mengubah kodenya. Ini kesalahan yang paling mudah dimaafkan dan paling lama efeknya, karena tidak ada gejalanya sama sekali. Kebiasaan yang saya sarankan: setiap kali memasang pengalihan sementara, tulis tanggal peninjauannya di tempat yang sama dengan aturannya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Mengalihkan halaman yang tidak perlu dialihkan.<\/strong> Tidak setiap URL yang mati butuh rumah baru. Kalau halaman itu tidak punya tautan masuk dari luar dan tidak mendatangkan kunjungan, mengalihkannya hanya menambah aturan yang harus dirawat seumur hidup situs. Petakan yang berharga, biarkan sisanya mati dengan tenang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Lupa memperbarui tautan internal setelah pengalihan dipasang.<\/strong> Pengalihan itu jaring pengaman untuk tautan yang tidak bisa Anda kendalikan, misalnya tautan dari situs lain. Tautan di dalam situs Anda sendiri bisa Anda kendalikan, jadi arahkan langsung ke alamat akhir. Membiarkan menu dan tautan di dalam artikel menembak lewat pengalihan berarti Anda memilih membayar satu lompatan tambahan di setiap kunjungan, untuk alasan yang tidak ada.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kalau pengalihan yang Anda urus ini bagian dari perpindahan situs yang lebih besar, urutan kerja dan cara memetakan URL lama ke URL baru satu per satu sudah saya tulis terpisah di <a href=\"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/migrasi-website-tanpa-kehilangan-ranking\/\">panduan migrasi website yang menaruh penentu keberhasilan bukan di malam peluncuran<\/a>. Artikel ini membahas pengalihan sebagai mekanisme yang hidup terus di situs Anda, artikel itu membahasnya sebagai peristiwa yang harus direncanakan.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\">Tiga Hal yang Baru Terlihat Kalau Anda Memeriksa Sendiri<\/h2>\n<p dir=\"ltr\">Bagian ini tidak akan muncul di panduan mana pun karena ketiganya baru terlihat saat Anda membuka alat pemeriksa, bukan saat Anda membaca.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Browser Anda berbohong soal jenis pengalihan.<\/strong> Kalau situs Anda memakai HSTS, yaitu mekanisme yang memaksa browser selalu memakai HTTPS, lalu Anda buka panel Network di peralatan pengembang dan mengetik alamat versi HTTP, yang muncul adalah 307 Internal Redirect. Banyak orang panik melihatnya, karena 307 masuk kelas sementara, dan mereka mengira pengalihan HTTPS-nya salah pasang. Padahal tidak ada permintaan yang pernah dikirim ke server. Browser menulis ulang alamatnya sendiri sebelum permintaan keluar dari komputer, dan panel itu sekadar melaporkan bahwa ia melakukannya. Googlebot tidak melihat 307 itu, ia melihat pengalihan permanen yang benar-benar dikirim server Anda. Kalau Anda ingin memeriksa jenis pengalihan yang sebenarnya, pakai alat yang membaca header langsung dari server, bukan tab Network di browser yang sudah pernah mengunjungi situs Anda.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Aturan pengalihan bisa tinggal di tempat yang tidak Anda kira punya aturan.<\/strong> Selain server dan CMS, lapis CDN juga bisa memasang pengalihan sendiri, dan aturan di sana dijalankan sebelum permintaan sampai ke server Anda. Akibat praktisnya: Anda bisa mencari sebuah aturan di seluruh konfigurasi situs dan tidak menemukannya, karena aturan itu memang tidak ada di situs Anda. Setiap kali saya menemukan pengalihan yang &#8220;tidak ada yang memasang&#8221;, jawabannya hampir selalu ada di lapis yang berada di luar CMS.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Pengalihan adalah permukaan serangan, dan ia diatur di kebijakan spam Google.<\/strong> Google menggolongkan sneaky redirect sebagai pelanggaran kebijakan spam, dan definisinya tidak bergantung pada kode statusnya sama sekali, melainkan pada niatnya: mengalihkan secara curang untuk menampilkan konten berbeda kepada pengguna dan mesin pencari, atau membawa pengguna ke halaman yang tidak menjawab kebutuhan awalnya. Yang membuat ini relevan buat pemilik situs biasa: Google juga mendokumentasikan bahwa peretas menyuntikkan pengalihan ke situs yang dibobol, dan pengalihan suntikan itu sering bersyarat. Ia hanya aktif untuk pengunjung yang datang dari hasil pencarian, atau hanya untuk perangkat tertentu, atau hanya untuk user agent tertentu. Konsekuensinya sangat praktis dan sering saya jelaskan berulang kali: <strong>mengetik alamat situs Anda sendiri di browser bukan pemeriksaan yang sah.<\/strong> Anda datang tanpa referrer, dari perangkat yang Anda pakai setiap hari, dan justru itu kondisi yang dihindari pengalihan suntikan. Cara memeriksanya adalah lewat hasil pencarian, dari perangkat seluler, dan dengan alat yang bisa mengganti user agent.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\">Sepuluh Menit untuk Tahu Apakah Situs Anda Punya Rantai<\/h2>\n<p dir=\"ltr\">Kalau saya ringkas seluruh artikel ini jadi satu kalimat: memilih antara redirect 301 dan 302 adalah bagian termudah dari pekerjaan ini, dan satu-satunya bagian yang sudah Anda kuasai sebelum membuka artikel ini.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kalau Anda hanya sempat melakukan satu hal, lakukan yang ini, dan sepuluh menit sudah cukup.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ambil alamat situs Anda dalam empat bentuk: dengan HTTP, dengan HTTPS, dengan www, dan tanpa <a href=\"http:\/\/www\">www<\/a>. Masukkan keempatnya satu per satu ke alat pemeriksa pengalihan mana pun yang membaca header langsung dari server, bukan lewat tab browser Anda. Catat berapa lompatan yang terjadi sebelum mendarat di status 200. Lalu lakukan hal yang sama untuk tiga halaman yang paling banyak mendatangkan kunjungan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kalau semuanya satu lompatan, situs Anda sehat di lapis ini dan Anda bisa berhenti memikirkannya. Kalau ada yang tiga atau empat lompatan, Anda baru saja menemukan sesuatu yang sudah ada di sana selama bertahun-tahun tanpa pernah muncul sebagai error di laporan mana pun.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk membaca status halaman setelah pengalihan terpasang, misalnya membedakan halaman yang sengaja dialihkan dari halaman yang benar-benar bermasalah, cara saya memilah laporan pengindeksan berdasarkan siapa yang sebenarnya mengambil keputusan sudah saya tulis di <a href=\"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/halaman-tidak-terindeks-google\/\">panduan membaca status halaman tidak terindeks Google sebelum memperbaikinya<\/a>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dan kalau setelah pemeriksaan itu yang Anda temukan bukan satu dua rantai tapi kekacauan aturan yang menumpuk bertahun-tahun di tiga lapis berbeda, itu biasanya bukan pekerjaan satu sore. Memetakan mana yang boleh dihapus, mana yang harus dipertahankan, dan mana yang ternyata sudah tidak menunjuk ke mana-mana adalah bagian dari audit teknis yang saya kerjakan lewat <a href=\"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/jasa-seo\/\">jasa SEO<\/a>. Tapi kerjakan dulu sepuluh menitnya. Cukup sering hasilnya adalah kabar baik, dan saya lebih suka Anda tahu itu sebelum menghubungi siapa pun.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\">Pertanyaan yang Sering Muncul Soal Redirect 301 dan 302<\/h2>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Apakah redirect 301 menghilangkan sebagian nilai backlink?<\/strong> Tidak. Google menyatakan sejak 2016 bahwa pengalihan 301, 302, maupun 3xx lainnya tidak menyebabkan hilangnya PageRank. Angka 10 sampai 15 persen yang masih sering disebut berasal dari faktor peredaman pada tautan biasa dan sudah tidak berlaku untuk pengalihan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Kalau saya salah pasang 302 padahal seharusnya 301, apakah bisa diperbaiki?<\/strong> Bisa, dan perbaikannya cukup mengubah kode statusnya jadi permanen lalu menunggu Googlebot merayapi ulang alamat lama itu beberapa kali. Tidak ada penalti untuk kesalahan ini. Yang hilang hanyalah waktu, karena selama periode 302 tersebut sinyalnya memang tidak dipindahkan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Apa bedanya 307 dengan 302, dan 308 dengan 301?<\/strong> Untuk urusan pencarian, tidak ada. Google menggolongkan 307 bersama 302 sebagai pengalihan sementara, dan 308 bersama 301 sebagai pengalihan permanen. Perbedaan keduanya bersifat teknis, terkait cara metode permintaan HTTP diperlakukan, dan tidak memengaruhi bagaimana Google menafsirkan sinyalnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Berapa lama redirect 301 harus dipertahankan?<\/strong> Selama mungkin, dan jangan buru-buru mencabutnya. Google perlu merayapi alamat lama berkali-kali untuk mengenali perpindahan sebagai permanen. Mencabut terlalu cepat berarti sebagian sinyal tidak pernah selesai berpindah, dan pengunjung yang membuka tautan lama akan mendarat di halaman yang tidak ditemukan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Kenapa URL lama saya masih muncul di Google padahal sudah dipasang 301?<\/strong> Ini sering kali normal dan bukan tanda pengalihan Anda salah. Google menyimpan catatan alamat lama sebagai alternate name, yaitu versi lain dari URL kanonis, dan bisa menampilkannya ketika kueri pengguna mengisyaratkan mereka lebih mengenali alamat itu. Google menyatakan hal ini akan memudar sendiri seiring waktu tanpa Anda perlu melakukan apa pun.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Apakah redirect chain berbahaya kalau cuma dua atau tiga lompatan?<\/strong> Tidak berbahaya dalam arti merusak, tapi ia biaya yang tidak perlu Anda bayar. Setiap lompatan menambah waktu tunggu pengunjung dan menambah pekerjaan perayapan. Karena memangkas rantai jadi satu lompatan biasanya hanya soal memperbarui aturan lama agar langsung menunjuk tujuan akhir, tidak ada alasan bagus untuk membiarkannya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan yang paling sering masuk ke saya soal pengalihan URL selalu berbentuk sama: &#8220;Pak, ini pakai 301 atau 302 ya?&#8221; Dan hampir selalu, orang yang bertanya sudah tahu jawabannya. Mereka sudah membaca tiga artikel, sudah hafal bahwa 301 itu permanen dan 302 itu sementara, dan yang sebenarnya mereka cari bukan informasi, tapi izin untuk berhenti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1929,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[520,527,521,525,519,524,522,523,526,113],"class_list":["post-1928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-technical","tag-beda-301-dan-302","tag-canonicalization","tag-kapan-pakai-redirect","tag-meta-refresh","tag-redirect-301-dan-302","tag-redirect-307-dan-308","tag-redirect-chain","tag-redirect-loop","tag-soft-404","tag-technical-seo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1928"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1930,"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1928\/revisions\/1930"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/achmadfarid.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}